Senin, 17 November 2008

Hati manusia bagai tanah

Penyakit hati selalu ada dalam diri setiap manusia, yang mana sampai saat ini banyak orang yang masih kesulitan menghindari hal ini, tetapi saya yakin dan percaya bahwa bila kita niat pasti akan dapat mengatasinya, berawal dari hal yang kecil saja secara terus menerus kita tempa hati kita untuk dapat menyikapi setiap hal yang terjadi pada diri dan lingkungan kita dengan sikap yang objektip, sebagai contoh: kita melihat teman atau tetangga bisa naik jabatan atau bisa membeli mobil baru,sebagai teman atau tetangga seharusnya secara emosional kita merasa senang dan bangga melihat keberhasilan itu dan kalau bisa hal itu dijadikan sebagai motivasi dan bahan introspeksi terhadap diri kita bukan sebaliknya. Untuk menempa hati kita banyak cara yang bisa dilakukan,salah satunya adalah dengan selalu menghadiri tauziah di majelis taqlim.Saya yakin dengan selalu mengikuti tauziah atau ceramah sebagai bentuk siraman rohani terhadap hati,kita akan merasakan ketenangan dan ketentraman bathin tetapi itu semua juga tergantung pada hati, apakah hati kita ini termasuk hati yang subur atau tandus ? seperti tanah kalau subur disirami setiap hari makin subur dan mudah ditanami tetapi apabila tandus disiram beberapakalipun akan tetap tandus. Jadi termasuk yang manakah hati kita ini ? jawabanya adalah mari kita bertanya kepada hati masing-masing, saya yakin hati kita akan memberikan jawaban yang sesungguhnya karena hati kita tidak akan pernah berbohong apalagi dibohongi, saya tegaskan bahwa satu hal didalam diri kita yang tidak akan bisa dibohongi adalah hati.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

permisssi,
horeeee aku jadi yang pertama di follow nya kang....
salam kenal ya kang...